Waspada Wabah Campak: Kenali Gejalanya dan Segera Periksa!
Sejak tahun 2024, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan peningkatan jumlah kasus campak, dengan 395.521 kasus campak yang dikonfirmasi laboratorium dilaporkan pada tahun 2024 dan 16.147 kasus dilaporkan selama 2 bulan pertama tahun 2025 di hampir seluruh wilayah di dunia. Peningkatan kasus disebut akibat berkurangnya cakupan vaksinasi campak.
Indonesia termasuk salah satu negara yang mengalami lonjakan kasus penyakit campak yang sangat signifikan. Berdasarkan data nasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sepanjang tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian. Kasus suspek campak di tahun 2025 ini meningkat 147% dibandingkan tahun 2024.
Sementara itu, hingga minggu ke-7 tahun 2026, sudah tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian yang dilaporkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dan tersebar di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi. Salah satu provinsi dengan KLB campak terbanyak adalah Sumatera Selatan.
Gambar 1: Jumlah Kasus Campak Terkonfirmasi di Indonesia
Apa Itu Campak?
Campak adalah penyakit infeksi sangat menular yang disebabkan oleh virus, yaitu Measles virus. Penyakit ini sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain, terutama melalui percikan ludah saat batuk atau bersin. Campak sering dianggap sebagai penyakit ringan, padahal bisa menimbulkan komplikasi serius, bahkan kematian, terutama pada anak kecil dan individu dengan daya tahan tubuh lemah. Kewaspadaan dan respon cepat dapat membantu pencegahan dan penularan penyakit campak.
Gejala Campak
Gejala biasanya muncul 10–14 (kisaran 7-23) hari setelah terpapar virus. Tanda-tandanya meliputi:
Fase Prodromal (biasanya 2-4 hari):
Demam tinggi, bisa mencapai 40°C disertai dengan salah satu dari 3 gejala (“3 C”) berikut:
- Batuk kering (Cough)
- Pilek (Coryza)
- Mata merah (Conjunctivitis)
Ciri khas:
- Bintik putih kecil di dalam mulut, khususnya di bagian dalam pipi (bercak Koplik). Gejala ini khas pada penyakit Campak tetapi tidak selalu ada. Biasanya muncul pada 1 hingga 2 hari sebelum timbulnya ruam dan berlangsung selama 1 hingga 2 hari tambahan setelah timbulnya ruam.
Tahap lanjutan:
- Ruam merah. Ruam campak yang khas adalah eksantema makulopapular eritematosa yang muncul 2 hingga 4 hari setelah timbulnya demam yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh. Ruam ini biasanya bertahan selama beberapa hari sebelum akhirnya menghilang.
Komplikasi Penyakit Campak
Campak merupakan infeksi sistemik yang dapat mempengaruhi organ lain seperti kulit, mata, usus dan sistem pernafasan. Komplikasi yang tejadi pada sekitar 30% kasus campak hingga 1 bulan setelah infeksi. Komplikasi Campak termasuk diare, pneumonia, otitis media, dan konjungtivitis. Komplikasi yang parah dan berpotensi fatal jarang terjadi tetapi dapat dilaporkan terutama pada anak dan orang dewasa yang mengalami imunosupresi serta kekurangan vitamin A.
Risiko Penularan Sangat Tinggi
Penyakit ini memiliki penularan yang sangat cepat dan mudah. Virusnya bisa bertahan di udara dalam ruangan dan permukaan benda selama beberapa jam. Artinya keterlambatan satu orang untuk memeriksakan diri dapat meningkatkan risiko penularan ke keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
Virus campak menyebar melalui:
- Udara (droplet) saat penderita batuk atau bersin
- Kontak langsung dengan sekret saluran napas
- Menyentuh benda yang terkontaminasi virus
Masa Penularan Campak
Masa penularan adalah 4 hari sebelum timbul ruam sampai dengan 4 hari setelah timbul ruam. Puncak penularan pada saat gejala awal (fase prodromal), yaitu pada 1-3 hari pertama sakit.
Gambar 2. Perjalanan Klinis Kasus Campak
Program Penanggulangan Wabah Campak
Pemerintah juga memperkuat surveilans campak secara nasional dengan melakukan pendataan epidemiologi maksimal 24 jam setelah penemuan kasus dan pelaporan real time melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Fasilitas pelayanan Kesehatan akan mengambil data surveilans dan melakukan pemeriksaan darah untuk mendiagnosis penyakit Campak.
Cakupan imunisasi campak dan rubella untuk Indonesia belum mencapai 95% berdasarkan rekomendasi dari WHO. Pemerintah saat ini terus mengupayakan untuk mencejar cakupan imunisasi dasar agar anak-anak Indonesia terlindungi dari berbagai penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi.
Peran Kita dalam Mencegah Penularan
Campak penyakit yang sangat menular dengan cara transmisi melalui udara dan droplet saat batuk/bersin. Belum ada pengobatan spesifik untuk campak. Setiap individu memiliki peran penting dalam mencegah penyebaran campak:
- Segera periksa ke fasilitas pelayanan Kesehatan terdekat jika ada gejala
- Hindari kontak dengan orang lain saat sakit
- Lakukan etika batuk dan kebersihan saluran nafas yang baik saat sedang batuk/bersin (menggunakan masker, menutup mulut dengan lengan/tissue saat batuk, melakukan kebersihan tangan)
- Jika dirawat, tempatkan pasien di ruang isolasi
- Pastikan imunisasi lengkap, termasuk Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)
Kesimpulan
Campak adalah penyakit menular yang tidak boleh dianggap sepele. Dengan mengenali gejalanya sejak dini dan memastikan imunisasi lengkap, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Jangan menunda pemeriksaan! Satu langkah cepat dari Anda bisa melindungi banyak orang di sekitar.
Referensi
-
Lien A.H. dan Kim M. (2025). Review Article: Measles 2025. Engl J Med. 393:2447-58. DOI:10.1056/NEJMra2504516. https://www.nejm.org/doi/pdf/10.1056/NEJMra2504516
-
Kemenkes. (2026). Kemenkes Waspadai Campak Nasional and Global. https://kemkes.go.id/id/kemenkes-waspadai-dinamika-campak-nasional-dan-global
-
Kemenkes. (2026). Secara Makro, Cakupan Imunisasi Campak-Rubella Capai 87%. https://kemkes.go.id/id/secara-makro-cakupan-imunisasi-campak-rubella-capai-87
-
Kemenkes. (2020). Pedoman Surveilans Campak – Rubela.
-
Kemenkes. (2023). Suntikan Imunisasi Ganda untuk Cegah Campak. https://kemkes.go.id/id/suntikan-imunisasi-ganda-untuk-cegah-campak
-
CDC. (2025). Interim Infection Prevention and Control Recommendations for Measles in Healthcare Settings. https://www.cdc.gov/infection-control/hcp/measles/index.html
Dalam situasi wabah seperti sekarang, aplikasi MyCharitas menjadi jembatan cepat antara Anda dan tim medis profesional:
-
Layanan Vaksinasi MMR: Pastikan imunisasi anak dan keluarga sudah lengkap. Anda bisa mengecek ketersediaan vaksin dan melakukan reservasi jadwal imunisasi tanpa perlu mengantre lama.
-
Konsultasi Dokter Spesialis Anak: Jika anak menunjukkan gejala demam tinggi dan batuk-pilek, segera buat janji temu untuk pemeriksaan darah dan diagnosis dini agar tidak terjadi komplikasi berat.
-
Akses Cepat Saat Darurat: Jika terjadi gejala berat seperti sesak napas atau diare tanpa henti akibat campak, akun MyCharitas membantu mempercepat proses pendaftaran medis di rumah sakit.
"Satu orang yang terinfeksi bisa menularkan ke banyak orang. Daftar MyCharitas hari ini untuk akses vaksinasi dan konsultasi medis cepat. Mari bersama hentikan rantai penularan campak!"
Kembali